Nganjuk (01/08/2026) — Sebanyak tiga orang guru IPS utusan dari MTsN 7 Nganjuk turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan Kajian Koleksi Museum yang diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Acara ini berlangsung di Aula Lt. 2 Gedung Balai Budaya Pu Sindok, Nganjuk.
Hadir sebagai narasumber, Nara Setya Wiratama, S.Pd., M.Pd., dan Sukadi, M.M.Pd. yang memiliki latar keahlian di bidang sejarah dan manajemen dan budaya. Kehadiran delegasi guru MTsN 7 Nganjuk yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS MTs Kabupaten Nganjuk ini bertujuan untuk menyerap substansi materi kajian terkait cagar budaya daerah. Hasil dari kajian ini diproyeksikan sebagai bahan pengayaan materi pembelajaran IPS dan Sejarah di madrasah.
Akar Sejarah: Prasasti Anjuk Ladang dan Tugu Jaya Stamba
Dalam forum kajian tersebut, fokus pembahasan utama mengupas keberadaan Prasasti Anjuk Ladang yang bertarikh 859 Saka (937 M). Prasasti yang dikeluarkan pada masa Raja Sri Maharaja Rakai Hino Sri Isana Wikramadharmottungga (Mpu Sindok) dari Kerajaan Medang/Mataram Kuno ini mencatat peristiwa bersejarah penetapan status Sima (tanah perdikan bebas pajak) bagi rakyat Anjuk Ladang. Status istimewa ini diberikan sebagai bentuk penghargaan atas keberanian rakyat setempat yang bahu-membahu bersama pasukan kerajaan menumpas musuh dari luar.
Selain itu, kajian juga membedah makna Jaya Stamba (Tugu Kemenangan). Penamaan Anjuk Ladang sendiri memiliki arti “Tanah Kemenangan”, yang hingga kini melekat menjadi identitas dan cikal bakal nama Kabupaten Nganjuk.
Ragam Koleksi Era Medang, Kediri, hingga Majapahit
Materi kajian forum juga mendokumentasikan dan membedah beragam koleksi cagar budaya yang tersimpan di Museum Anjuk Ladang (diresmikan 10 April 1996), yang meliputi:
- Artefak Batu & Religi: Arca-arca dewa era Hindu-Buddha, Lingga, Yoni, serta replika Prasasti Anjuk Ladang.
- Fosil & Etnografi: Fosil fauna purba (Bovidae), keramik kuno, gerabah, alat dapur tradisional, serta beragam jenis wayang khas (Wayang Kulit, Klitik, Timplong, dan Suket).
- Pusaka & Arsitektur: Foto-foto Nganjuk tempo doeloe, replika kereta kencana, serta catatan sejarah ritual jamasan pusaka daerah seperti Tombak Kanjeng Jimat Sosro Koesoemo dan Keris Kiai Bethik.
Perwakilan guru dari MTsN 7 Nganjuk menyambut positif diskusi linier antara akademisi UNP Kediri, MGMP Sejarah SMA/MA, MGMP IPS SMP/MTs, serta pegiat dari komunitas KOTASEJUK dan Babad Anjuk Ladang. Dengan mengikuti kajian koleksi museum ini, para pendidik MTsN 7 Nganjuk berkomitmen untuk menghadirkan pembelajaran sejarah lokal yang kontekstual, berbasis bukti artefaktual, serta mampu menumbuhkan rasa bangga peserta didik terhadap warisan sejarah dan budaya Nganjuk sebagai “Tanah Kemenangan”.
(Tim Humas MTsN 7 Nganjuk)


