NGANJUK (20/09/2026) — Ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) Unit MTsN 7 Nganjuk kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi muda yang peduli, tangguh, disiplin, dan memiliki jiwa kemanusiaan. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Orientasi Anggota Baru dan Diklat Penempuhan Badge Angkatan XIII, yang dilaksanakan pada Minggu, 20 September 2026. Kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan upacara pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan sarapan bersama. Para peserta selanjutnya mengikuti materi Pertolongan Pertama (PP) dari PMI, tes tulis, ishoma, serta rangkaian penempuhan badge. Suasana kegiatan semakin semarak dengan permainan kebersamaan sebelum ditutup melalui upacara penutupan.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang orientasi anggota baru, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran karakter. Melalui proses penempuhan badge, peserta dilatih untuk memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, keberanian, kerja sama, kepedulian terhadap sesama, serta kesiapsiagaan dalam membantu orang lain.
“Jadilah Relawan yang Hadir untuk Sesama”
Dalam sambutannya ketika membuka kegiatan, Kepala MTsN 7 Nganjuk, Mochammad Abdul Rasyid mengajak anggota PMR agar tidak memandang kegiatan ini hanya sebagai kegiatan ekstrakurikuler atau sekadar upaya mendapatkan badge. “Badge yang kalian tempuh hari ini bukan sekadar tanda bahwa kalian telah mengikuti sebuah kegiatan. Di balik badge itu ada tanggung jawab untuk menjadi pribadi yang peduli, disiplin, sigap, dan siap membantu sesama.”
Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa seorang anggota PMR harus mampu menghadirkan nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari. “Jadilah anak-anak yang ketika melihat orang lain membutuhkan bantuan, tidak memilih untuk berpaling. Belajarlah untuk peka, berani mengambil peran, tetapi tetap mengutamakan ilmu, prosedur, keselamatan, dan kerja sama. Semoga ilmu yang kalian dapatkan hari ini menjadi bekal untuk menjadi manusia yang bermanfaat.”
Ia juga mengingatkan bahwa karakter seorang anggota PMR tidak hanya terlihat ketika mengikuti kegiatan, tetapi terutama dalam sikap sehari-hari di madrasah. “Disiplin, peduli, saling menghargai, dan suka menolong harus menjadi karakter kalian, bukan hanya ketika mengenakan atribut PMR. Jadilah teladan bagi teman-teman kalian.”
PMR Bukan Sekadar Kegiatan, tetapi Latihan Menjadi Manusia yang Peduli
Sementara itu, salah seorang guru pembina PMR MTsN 7 Nganjuk, Dwi Yuliastuti, S.Pd. dalam kata sambutannya memberikan penguatan kepada peserta agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh. “Anak-anak, hari ini kalian tidak hanya belajar tentang pertolongan pertama. Kalian sedang belajar tentang kepedulian, tanggung jawab, kedisiplinan, dan bagaimana menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain.”
Guru pembina juga berpesan agar anggota baru tidak mudah menyerah dalam mengikuti proses penempuhan badge. “Jangan melihat prosesnya sebagai beban. Nikmati setiap tahapan, ikuti arahan pembina dan panitia, saling membantu, dan jaga kekompakan. Karena dalam PMR, kita belajar bahwa kekuatan bukan hanya terletak pada kemampuan diri sendiri, tetapi juga pada kerja sama dan kepedulian terhadap sesama.”
Kegiatan Orientasi dan Diklat Penempuhan Badge Angkatan XIII tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi lahirnya anggota PMR MTsN 7 Nganjuk yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki karakter kemanusiaan yang kuat. Menjadi anggota PMR bukan sekadar tentang siapa yang paling terampil, tetapi tentang siapa yang paling siap peduli, membantu, dan memberi manfaat.
PMR MTsN 7 Nganjuk — Sigap dalam Keterampilan, Tangguh dalam Pengabdian, Peduli kepada Sesama.
(Humas MTsN 7 Nganjuk; Foto: Tim dokumentasi PMR)
