Nganjuk, 3 Oktober 2026 — Suasana demokratis terasa di MTs Negeri 7 Nganjuk pada Sabtu (3/10/2026). Seluruh warga madrasah tengah mengikuti pesta demokrasi Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIM MTsN 7 Nganjuk Masa Bhakti 2026–2027. Kegiatan ini menjadi salah satu momentum penting bagi murid untuk belajar secara langsung tentang demokrasi, kepemimpinan, tanggung jawab, serta bagaimana menentukan pilihan berdasarkan visi, misi, dan rekam gagasan para calon.
Rangkaian pemilihan telah diawali pada pekan sebelumnya melalui pemaparan visi dan misi masing-masing pasangan calon. Dalam tahapan tersebut, para calon memperoleh kesempatan menyampaikan gagasan, program, serta komitmen mereka apabila mendapatkan amanah memimpin OSIM.
Pada hari pemungutan suara, suasana madrasah tampak semarak. Para murid menggunakan hak pilihnya untuk menentukan pasangan Ketua dan Wakil Ketua OSIM yang akan menjadi representasi suara murid sekaligus mengemban amanah organisasi selama satu masa bhakti ke depan.
Tiga Pasangan Calon
Terdapat tiga pasangan calon yang berkompetisi dalam Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIM MTsN 7 Nganjuk Masa Bhakti 2026–2027.
- Pasangan Calon 01
Calon Ketua : Deva De Sylva Alkhamilautzs (8B)
Calon Wakil Ketua : Muhammad Rafael Aldianto (7F) - Pasangan Calon 02
Calon Ketua : Fawaidatul Fitri (8A)
Calon Wakil Ketua : Kaisara Helga Azzalea (7B) - Pasangan Calon 03
Calon Ketua : Chabibul Migfar (8A)
Calon Wakil Ketua : Kayla Amel Octavia (7I)
Bukan Sekadar Memilih, tetapi Belajar Berdemokrasi
Pemilihan OSIM di MTsN 7 Nganjuk tidak sekadar menjadi kegiatan untuk menentukan siapa yang akan menjadi Ketua dan Wakil Ketua OSIM. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan laboratorium demokrasi bagi murid. Melalui proses tersebut, murid belajar bahwa demokrasi membutuhkan keberanian menyampaikan gagasan, kesediaan mendengarkan orang lain, menghargai perbedaan pilihan, menaati aturan, serta menerima hasil pemilihan dengan penuh tanggung jawab.
Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat madrasah dalam membentuk murid yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, keterampilan kepemimpinan, tanggung jawab, dan sikap menghargai sesama. Pesta demokrasi OSIM juga menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan bagi para calon. Mereka belajar menyusun visi, menawarkan program, berbicara di depan publik, membangun komunikasi, dan berkompetisi secara sehat.
Dari Madrasah untuk Masa Depan
Melalui kegiatan ini, MTsN 7 Nganjuk berupaya menghadirkan pembelajaran demokrasi yang nyata dalam kehidupan madrasah. Murid tidak hanya mengenal demokrasi melalui buku dan pembelajaran di kelas, tetapi mengalami sendiri bagaimana proses demokrasi berlangsung. Hari ini, suara setiap murid memiliki arti. Setiap pilihan merupakan bentuk kepercayaan. Dan setiap calon belajar bahwa kepemimpinan pada akhirnya bukan sekadar tentang memenangkan pemilihan, tetapi tentang kesediaan menerima amanah dan mengabdi kepada orang lain.
Selamat berdemokrasi, keluarga besar MTsN 7 Nganjuk. Semoga Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIM Masa Bhakti 2026–2027 melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang amanah, berintegritas, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, dan membawa OSIM MTsN 7 Nganjuk semakin aktif, kreatif, berprestasi, serta menjadi wadah aspirasi seluruh murid.
Dari madrasah, belajar memimpin.
Dari demokrasi, belajar menghargai.
Dari amanah, belajar mengabdi.
(Humas MTsN 7 Nganjuk; Foto: Panitia Pilkaos 2026)
