NGANJUK (10/09/2026) – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MTsN 7 Nganjuk menjadi momentum untuk kembali menghadirkan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan yang dilaksanakan di halaman MTsN 7 Nganjuk, Kamis (10/9/2026) tersebut berlangsung dengan penuh khidmat. Dengan mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasul, Membangun Generasi Beriman dan Berkarakter”, kegiatan ini dihadiri oleh guru dan tenaga kependidikan MTsN 7 Nganjuk, pengurus Komite Madrasah, pengurus paguyuban kelas, serta seluruh peserta didik MTsN 7 Nganjuk.
Hadir sebagai penceramah KH. Arif Widodo Abdulloh dari Kediri. Kehadiran beliau memberikan warna tersendiri dalam kegiatan Maulid Nabi yang tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi seluruh warga madrasah untuk memahami dan mengamalkan akhlak Rasulullah SAW, jujur ketika berbicara, amanah ketika diberi tanggungjawab, santun ketika berbeda, sabar ketika menghadapi masalah, dan peduli kepada sesama.
Dalam tausiyahnya, KH. Arif Widodo Abdulloh mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan Rasulullah Muhammad SAW sebagai teladan utama dalam membangun kepribadian. Keteladanan Rasulullah tidak cukup hanya diketahui dan dikagumi, tetapi harus diwujudkan melalui sikap, ucapan, dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Bagi peserta didik, keteladanan tersebut dapat diwujudkan melalui kejujuran, menghormati guru dan orang tua, menyayangi sesama, disiplin, bertanggung jawab, serta menjaga lisan dan perilaku. Sementara bagi pendidik dan tenaga kependidikan, akhlak Rasulullah menjadi inspirasi untuk menghadirkan keteladanan dalam mendidik dan melayani peserta didik.
Suasana kegiatan semakin semarak dengan penampilan Qori’ Aina, grup sholawat MTsN 7 Nganjuk. Lantunan ayat suci Al-Qur’an, lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan shalawat menambah kekhusyukan sekaligus memperkuat nuansa religius dan nuansa cinta tanah air berbalut peringatan Maulid Nabi.
Kepala MTsN 7 Nganjuk, Mohammad Abdul Rasyid, menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi memiliki makna penting dalam pendidikan karakter di madrasah. Pendidikan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga bagaimana membentuk peserta didik menjadi pribadi yang beriman, berakhlak, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan. “Murid adalah prioritas. Karena itu, keteladanan Rasulullah harus hadir dalam proses pendidikan kita. Apa yang kita ajarkan kepada murid akan lebih bermakna ketika mereka melihatnya dalam sikap dan perilaku kita,”
Peringatan Maulid Nabi juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara madrasah, komite, paguyuban kelas, guru, tenaga kependidikan, dan orang tua dalam membangun karakter peserta didik. Membentuk generasi berkarakter tidak dapat dilakukan oleh madrasah seorang diri. Dibutuhkan keteladanan dan kolaborasi seluruh unsur pendidikan agar nilai-nilai kebaikan yang ditanamkan di madrasah dapat tumbuh dan menjadi kebiasaan dalam kehidupan peserta didik.
Pada akhirnya, Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar mengenang kelahiran manusia agung, tetapi menjadi pengingat untuk memperbaiki diri dan menghadirkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan nyata. Dari Maulid, kita mengenal Rasulullah. Dari keteladanan, kita belajar menjadi manusia yang lebih baik. Dan dari akhlak mulia, kita membangun generasi madrasah yang beriman dan berkarakter.
MTsN 7 Nganjuk — Madrasah BERKAH, berakhlak, berprestasi, dan terus menginspirasi.
(Humas MTsN 7 Nganjuk)
