Nganjuk (14/09/2026) – MTsN 7 Nganjuk kembali menorehkan jejak dalam gerakan literasi. Setelah sebelumnya melahirkan berbagai karya tulis, kini sebuah buku antologi puisi berjudul “TANGKI CINTA” resmi lahir sebagai buah dari kreativitas dan keberanian guru serta murid untuk menuangkan gagasan melalui kata.
Karya tersebut diterbitkan oleh Nyalanesia dalam rangka Gerakan Sekolah Menulis Buku (GSMB). “TANGKI CINTA” menghimpun karya puisi para guru dan murid MTsN 7 Nganjuk yang merekam beragam rasa, pengalaman, harapan, dan renungan dalam untaian kata. Lahirnya buku ini menjadi bukti bahwa gerakan literasi di madrasah tidak berhenti pada kegiatan membaca, tetapi terus bergerak menuju budaya menulis, berkarya, dan menghasilkan karya yang dapat dibaca serta diwariskan kepada generasi berikutnya.
Dari Kata Menjadi Karya
Kepala MTsN 7 Nganjuk, Mochammad Abdul Rasyid, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas lahirnya karya tersebut. Menurutnya, setiap tulisan yang lahir dari tangan guru dan murid merupakan bagian penting dari perjalanan membangun budaya literasi di madrasah. “Menulis adalah cara kita meninggalkan jejak. Ketika guru dan murid berani menulis, sesungguhnya mereka sedang belajar mengabadikan gagasan, pengalaman, dan nilai-nilai kehidupan,” ungkapnya.
Ia berharap “TANGKI CINTA” bukan menjadi karya yang terakhir, tetapi justru menjadi pemantik lahirnya karya-karya berikutnya dari keluarga besar MTsN 7 Nganjuk.
Apresiasi terhadap kiprah MTsN 7 Nganjuk dalam gerakan literasi juga datang langsung dari Lenang Manggala, Founder Nyalanesia. Apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi dan dedikasi MTsN 7 Nganjuk dalam mengikuti Gerakan Sekolah Menulis Buku (GSMB).
Hal ini menjadi dorongan tersendiri bagi madrasah untuk terus mengembangkan budaya literasi sebagai bagian dari pembentukan murid yang kreatif, kritis, produktif, dan mampu mengekspresikan gagasannya secara positif.
Tiga Penulis Terbaik Mendapat Apresiasi
Dalam perjalanan penerbitan antologi “TANGKI CINTA”, tiga penulis terbaik juga mendapatkan penghargaan atas karya dan kontribusinya dalam gerakan menulis buku.
Ketiganya adalah:
- Rida Rahma Aulia
- Angelina Lajufa
- Meisya Adinda G.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar para penulis muda terus mengasah kemampuan dan tidak berhenti menghasilkan karya.
Literasi yang Melahirkan Jejak
Bagi MTsN 7 Nganjuk, lahirnya “TANGKI CINTA” bukan sekadar bertambahnya koleksi buku di perpustakaan. Lebih dari itu, buku ini menjadi jejak perjalanan literasi guru dan murid yang lahir dari sebuah keberanian sederhana: berani menulis. Dari ruang kelas, dari pengalaman sehari-hari, dari keresahan dan harapan, kemudian dirangkai menjadi puisi dan akhirnya menjelma menjadi sebuah buku. Satu buku telah lahir. Namun yang lebih penting, semakin banyak penulis baru sedang tumbuh.
Gerakan Sekolah Menulis Buku menjadi salah satu ikhtiar MTsN 7 Nganjuk untuk terus menumbuhkan budaya literasi dan menghadirkan madrasah yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga mendorong setiap warganya untuk berani berpikir, berani berkarya, dan berani meninggalkan jejak melalui tulisan.
“TANGKI CINTA” adalah bukti bahwa ketika cinta pada literasi ditanam, kata-kata dapat tumbuh menjadi karya.
(Humas MTsN 7 Nganjuk)
