Berbek (MTsN 7 Nganjuk, 30 Agustus 2026) — Jalanan Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk, Rabu (26/8/2026), berubah menjadi panggung budaya yang penuh warna. Derap langkah, irama musik, atraksi seni, dan kreativitas generasi muda berpadu dalam Pawai Budaya dan Pembangunan Tingkat Kecamatan Berbek dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Di tengah kemeriahan tersebut, MTsN 7 Nganjuk tampil membawa pesan yang kuat: kemajuan tidak boleh membuat generasi muda kehilangan akar budayanya.
Mengusung tema “Harmoni Budaya dan Pesona Alam Bumi Anjuk Ladang”, kontingen MTsN 7 Nganjuk tidak sekadar berjalan dalam barisan. Mereka membawa identitas madrasah, memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara, sekaligus mengangkat pesona alam dan budaya kabupaten Nganjuk kepada masyarakat.
Sebanyak 19 barisan menjadi wajah MTsN 7 Nganjuk dalam pawai tersebut. Peserta didik tampil dengan penuh percaya diri, menghadirkan perpaduan antara seni, olahraga, tradisi, kreativitas, dan semangat kebersamaan.
Wushu, drumband, Pramuka, hadroh, Reog, hingga Jaranan menjadi bagian dari sajian kontingen. Ragam penampilan tersebut bukan hanya untuk memeriahkan suasana, tetapi menjadi media pendidikan karakter bagi peserta didik agar mengenal, mencintai, dan ikut melestarikan warisan budaya bangsa. “Bangga berprestasi, bangga berbudaya!” menjadi semangat yang terasa sepanjang perjalanan kontingen MTsN 7 Nganjuk.
Pesona Alam Nganjuk Menari
Salah satu sajian yang mencuri perhatian adalah Tarian Pesona Anjuk Ladang yang dibawakan para putri MTsN 7 Nganjuk. Gerak tari menjadi cara lain untuk bercerita tentang Nganjuk. Pesona Air Terjun Sedudo, Roro Kuning, Singokromo, dan kekayaan alam Bumi Anjuk Ladang dihadirkan melalui gerak dan ekspresi para penari. Pesan yang dibawa sederhana, tetapi penting: mencintai daerah tidak cukup hanya dengan mengenalnya. Generasi muda juga perlu ikut menjaga budaya dan alam yang menjadi bagian dari identitas daerah.
Ketika Wushu Berpadu dengan Budaya Nusantara
Atraksi Wushu menjadi salah satu magnet dalam penampilan MTsN 7 Nganjuk. Seni bela diri yang telah mengantarkan peserta didik meraih prestasi hingga tingkat nasional tersebut dipadukan dengan nuansa budaya Nusantara. Setiap gerakan menghadirkan pesan tentang kekuatan, disiplin, ketenangan, keberanian, dan persatuan. Perpaduan seni bela diri dan musik tradisional menjadi gambaran bahwa keberagaman bukan penghalang untuk menciptakan harmoni.
Sebaliknya, keberagaman justru dapat menjadi kekuatan ketika dirangkai dengan kreativitas dan semangat kebersamaan.
Pawai sebagai Panggung Pendidikan
Bagi MTsN 7 Nganjuk, Pawai Budaya dan Pembangunan bukan sekadar agenda seremonial. Kegiatan ini menjadi ruang belajar terbuka bagi peserta didik untuk membangun percaya diri, disiplin, tanggung jawab, kreativitas, kerja sama, dan kecintaan terhadap budaya bangsa.
Di jalanan Kecamatan Berbek, peserta didik belajar bahwa pendidikan tidak selalu berlangsung di dalam ruang kelas. Kadang, pendidikan hadir dalam langkah kaki yang teratur, kerja sama sebuah tim, keberanian tampil di depan masyarakat, dan kesadaran untuk menjaga warisan budaya. MTsN 7 Nganjuk pun menunjukkan bahwa madrasah dapat menjadi ruang tumbuh bagi generasi yang berkarakter, berprestasi, kreatif, sekaligus berbudaya.
Dari Berbek untuk Indonesia
Pawai akhirnya bukan hanya tentang siapa yang paling meriah, tetapi tentang pesan apa yang dibawa pulang oleh masyarakat. MTsN 7 Nganjuk datang membawa budaya, membawa prestasi, membawa kreativitas, membawa pesona alam Bumi Anjuk Ladang. Dan yang paling penting, membawa semangat generasi muda untuk terus melangkah dengan tetap berpijak pada identitas dan nilai luhur bangsa. Sebagaimana pesan yang disampaikan dalam narasi kontingen:
“Mari terus melangkah, lestarikan budaya, dan jayalah negeri kita.”
Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia!
MTsN 7 Nganjuk — Bangga Berprestasi, Bangga Berbudaya!
`
