Tulungagung – Suasana Pantai Gemah, Jalur Lintas Selatan (JLS), Kabupaten Tulungagung, menjadi saksi terselenggaranya Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Wilayah Kerja Kediri pada Selasa (28/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh kepala MTs Negeri se-Wilayah Kerja Kediri sebagai forum strategis untuk memperkuat sinergi, menyamakan persepsi, serta menyusun langkah-langkah pengembangan madrasah di Jawa Timur.
Rakorev menghadirkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung, Mohammad Afif Fauzi, M.Pd.I. Beliau memberikan penguatan mengenai kepemimpinan madrasah, kolaborasi kelembagaan, dan strategi peningkatan mutu pendidikan. Kegiatan juga menjadi media evaluasi berbagai program yang telah berjalan sekaligus penyampaian agenda strategis madrasah tingkat provinsi.
Dalam forum tersebut, para peserta memperoleh informasi mengenai berbagai hasil koordinasi Wilayah Kerja Kediri. Salah satu agenda penting adalah persiapan Porseni Madrasah Jawa Timur 2027, di mana Kota Kediri resmi ditetapkan sebagai tuan rumah. Pelaksanaan diperkirakan berlangsung pada akhir Juni atau awal Juli 2027 dengan cabang olahraga dan seni yang tetap seperti penyelenggaraan sebelumnya. Ketua KKM Kabupaten/Kota diminta mulai mempersiapkan seleksi tingkat daerah, sementara seluruh Ketua KKM akan menjadi bagian dari kepanitiaan penyelenggara.
Selain membahas Porseni, Rakorev juga menyoroti pelaksanaan EXPO Madrasah Jawa Timur 2026 yang akan digelar pada 1 September 2026 di Aula Al Ikhlas II Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini mengusung tema “Dari Madrasah Lahir Karya, Menginspirasi Dunia” sebagai ajang menampilkan inovasi, kreativitas, dan karya terbaik siswa madrasah dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. Setiap daerah akan memperoleh satu stand pameran yang menampilkan hasil kurasi karya dari jenjang RA, MI, MTs, dan MA.
Beragam kategori karya akan dipamerkan, mulai dari robotika, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), Internet of Things (IoT), multimedia, animasi, seni rupa, kaligrafi, literasi, kewirausahaan, hingga produk kreatif berbasis potensi lokal. Selain pameran inovasi, EXPO juga akan dimeriahkan dengan Festival Banjari Jawa Timur serta Mini Drama Bahasa Inggris sebagai wadah pengembangan bakat seni dan kemampuan berbahasa Inggris peserta didik madrasah.
Forum Rakorev turut membahas penguatan organisasi Wilayah Kerja Kediri, termasuk penetapan Hadi Sapuan dari Kabupaten Nganjuk sebagai Sekretaris Wilayah Kerja Kediri yang baru. Keputusan tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi antarmadrasah dalam mendukung berbagai program strategis Kementerian Agama di tingkat wilayah.
Melalui Rakorev ini, para kepala MTs Negeri berkomitmen untuk terus meningkatkan kolaborasi, memperkuat inovasi, serta menghadirkan layanan pendidikan yang bermutu. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan mampu menjadi energi positif dalam mewujudkan madrasah yang unggul, adaptif terhadap perubahan, dan mampu melahirkan generasi yang berprestasi, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Rakorev bukan sekadar forum koordinasi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi antar madrasah dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan.
Kepala MTsN 7 Nganjuk, Bapak Mochammad Abdul Rasyid menyampaikan “Rapat koordinasi dan evaluasi ini menjadi momentum yang sangat penting bagi seluruh kepala MTs Negeri di Wilayah Kerja Kediri untuk menyamakan visi, memperkuat sinergi, dan saling berbagi praktik baik dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah. Berbagai agenda strategis yang disampaikan, mulai dari persiapan Porseni Jawa Timur 2027 hingga EXPO Madrasah 2026, menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan mempersiapkan peserta didik agar mampu berprestasi, berkarya, serta membawa nama baik madrasah di tingkat yang lebih tinggi. Semangat kolaborasi inilah yang akan terus kami bangun demi mewujudkan madrasah yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.”
(Tim Humas MTsN 7 Nganjuk)
