
Nganjuk, 21 Juli 2025 – Suasana upacara bendera di MTsN 7 Nganjuk pada Senin pagi terasa berbeda. Kehadiran anggota Kepolisian dari Polsek Berbek sebagai pembina upacara memberikan nuansa yang istimewa sekaligus edukatif bagi seluruh warga madrasah.
Dalam amanatnya, Aiptu Jarot, petugas Polri menyampaikan pentingnya tertib berlalu lintas sejak dini. Para siswa diajak untuk menjadi pelopor keselamatan di jalan dengan selalu mematuhi rambu lalu lintas, mengenakan helm, dan tidak menggunakan kendaraan bermotor sebelum usia yang diperbolehkan. “Keselamatan di jalan bukan hanya tanggung jawab polisi, tapi tanggung jawab kita semua,” tegasnya.
Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa kecelakaan lalu lintas seringkali bermula dari pelanggaran lalu lintas dimana masalah pelanggaran lalu lintas itu sendiri kerap diabaikan oleh masyarakat. Berdasarkan deteksi dini dari anatomi kasus laka lantas Polres Nganjuk, waktu kejadian laka lantas terbanyak terjadi di rentang waktu siang hari (antara pukul 15.00 sampai dengan 18.00) dan pagi hari (antara pukul 06.00 sampai dengan 09.00). Korban laka lantas sering kali terjadi pada profesi karyawan swasta dan pelajar. Oleh karenanya budaya disiplin masyarakat Indonesia khusunya para pelajar masih perlu perhatian. Berbagai kampanye, pembinaan dan penyuluhan, himbauan perlu terus ditingkatkan, baik melalui brosur, spanduk, sosialisasi di tingkat karang taruna, sekolah/ madrasah, maupun pondok pesantren.
Tak hanya itu, siswa juga diingatkan untuk menjauhi kenakalan remaja seperti perundungan, tawuran, hingga penyalahgunaan media sosial. Ia juga menekankan bahaya laten narkoba yang dapat merusak masa depan generasi muda. “Jauhi narkoba, karena sekali mencoba, kalian akan sulit kembali. Masa depan kalian terlalu berharga untuk dihancurkan,” ujarnya penuh semangat.
Kepala MTsN 7 Nganjuk, Bapak Mochammad Abdul Rasyid menyambut baik kehadiran anggota Polri dari Polsek Berbek sebagai pembina upacara. “Kami berharap sinergi antara madrasah dan aparat penegak hukum dapat terus terjalin demi membentuk karakter peserta didik yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki kesadaran hukum,” ungkap beliau.
Kegiatan ini juga mendapat respons positif dari para guru dan siswa. Dengan pendekatan yang langsung dan penuh kedekatan, pesan-pesan yang disampaikan diharapkan dapat tertanam kuat dalam benak para peserta didik. (mar)