NGANJUK – Guna menciptakan ekosistem pendidikan yang humanis dan berkarakter, MTsN 7 Nganjuk menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada Sabtu, 11 Juli 2026. Kegiatan strategis ini diikuti oleh seluruh guru serta tenaga kependidikan di lingkungan madrasah.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala MTsN 7 Nganjuk, Mochammad Abdul Rasyid, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pergeseran paradigma dalam dunia pendidikan madrasah saat ini. Menurutnya, pendidikan di madrasah tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga harus mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan ilmu pengetahuan secara utuh.
“Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) menjadi kunci dalam membentuk generasi madrasah yang berkarakter dan berdaya saing,” ujar Mochammad Abdul Rasyid.
Beliau juga menegaskan bahwa cinta dan kasih sayang adalah fondasi utama dalam dunia pendidikan Islam. “Kurikulum cinta bukan sesuatu yang terpisah dari ajaran agama, tetapi justru inti dari nilai-nilai keislaman. Nilai keikhlasan, kasih sayang, dan kemanusiaan harus hadir dalam proses pembelajaran sehari-hari,” tambahnya di hadapan seluruh peserta.
Untuk mengupas tuntas implementasi kurikulum ini, MTsN 7 Nganjuk menghadirkan narasumber ahli, Mochamad Zaenuri, S.Pd., M.Pd. Dalam paparannya, beliau membekali para pendidik dengan strategi penyusunan perangkat pembelajaran yang ramah anak, pendekatan emosional yang positif, serta penerapan lima pilar utama KBC (Panca Cinta) dalam kegiatan intrakurikuler maupun kokurikuler.
Melalui bimtek ini, seluruh guru dan tenaga pendidik MTsN 7 Nganjuk diharapkan mampu menjadi teladan yang mendidik dengan kelembutan. Langkah ini menjadi komitmen nyata madrasah dalam menghapus perundungan (bullying) serta mencetak generasi unggul yang cerdas intelektual dan mulia secara akhlak.
