Nganjuk (Humas MTsN 7 Nganjuk) – Dharma Wanita Persatuan (DWP) MTsN 7 Nganjuk kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan karakter dengan berpartisipasi aktif pada rangkaian Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Pelajaran 2026/2027. Pada kesempatan tersebut, DWP memberikan materi Moderasi Beragama yang diintegrasikan dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai bekal awal bagi peserta didik baru dalam membangun karakter yang religius, toleran, dan penuh kasih sayang.
Kegiatan yang berlangsung pada hari Sabtu, 18 Juli 2026 di aula MTsN 7 Nganjuk ini diikuti dengan antusias oleh 285 murid baru. Melalui pendekatan yang komunikatif peserta didik memahami bahwa moderasi beragama bukan sekadar konsep, tetapi menjadi cara berpikir, bersikap, dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari.
Penguatan moderasi beragama dipadukan dengan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang menanamkan budaya saling menghargai, menghormati keberagaman, mengembangkan empati, serta membangun hubungan harmonis dengan Allah SWT., sesama manusia, lingkungan, bangsa, dan ilmu pengetahuan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membentuk ekosistem madrasah yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak.
Kepala MTsN 7 Nganjuk, Bapak Mochammad Abdul Rasyid mengapresiasi keterlibatan aktif Dharma Wanita Persatuan MTsN 7 Nganjuk dalam seluruh rangkaian MATAMUDA. Menurutnya, pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi memerlukan sinergi seluruh warga madrasah, termasuk organisasi Dharma Wanita Persatuan.
“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Dharma Wanita Persatuan MTsN 7 Nganjuk atas kontribusinya dalam MATAMUDA 2026. Penyampaian materi Moderasi Beragama yang dipadukan dengan Kurikulum Berbasis Cinta merupakan langkah nyata membangun karakter peserta didik sejak hari pertama mereka menjadi keluarga besar MTsN 7 Nganjuk. Kami berharap mereka tumbuh menjadi generasi yang beriman, berakhlak mulia, menghargai keberagaman, cinta tanah air, serta mampu menjadi pelopor perdamaian di tengah masyarakat,” ungkap Kepala Madrasah.
Selama sesi berlangsung, para murid baru diajak mengikuti diskusi interaktif, refleksi, permainan edukatif, serta berbagi pengalaman mengenai pentingnya menghargai perbedaan suku, budaya, pendapat, maupun latar belakang sosial. Suasana yang hangat dan penuh keakraban membuat materi mudah dipahami sekaligus membangun kedekatan emosional antara narasumber dan peserta.
Melalui kegiatan ini, MTsN 7 Nganjuk menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan proses pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter yang humanis, inklusif, moderat, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman. Kolaborasi antara madrasah dan Dharma Wanita Persatuan menjadi bukti bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama dalam mencetak generasi yang unggul, berprestasi, serta mampu menjadi teladan di tengah kehidupan bermasyarakat.
MATAMUDA 2026 di MTsN 7 Nganjuk pun menjadi ruang pertama bagi peserta didik baru untuk mengenal budaya madrasah yang mengedepankan cinta, persaudaraan, dan moderasi beragama sebagai fondasi dalam membangun masa depan yang damai, harmonis, dan bermartabat.
(Humas MTsN 7 Nganjuk)
